Kamis, 28 November 2013

Puisi Diskriminasi

Diposting oleh joanitaprita di 19.24 0 komentar
Jika matahari pagi masih melihatmu esok,
Sambutlah dengan harapan
Jika esok hari kau masih melihat hari-hari lain
Maka bersyukurlah

Kejarlah mimpimu, hingga kau menemukan apa yang selama ini kau cari
Jika kau masih dapat melihat pagi di esok hari,
Ingatlah, bahwa masih ada mereka tang kehilangan mimpi disiang hari
Masih ada mereka yang tersakiti karna diskriminasi

Tiap hari...
Aku mohon tolong hentikan....
Tolong hentikan diskriminasi ini....

Diskriminasi

Diposting oleh joanitaprita di 19.14 1 komentar

Gambar diatas menunjukkan bahwa perlindungan rakyat  dalam hal pelayanan kesehatan khususnya bagi warga miskin, pada praktiknya masih saja terjadi sikap diskriminatif bagi masyarakat kelas ekonomi lemah. Contohnya perlakuan diskriminatif yang kerap dilakukan rumah sakit di kota besar termasuk Jakarta terhadap warga miskin telah melanggar hak konstitusional.



Banyak remaja yang menggunakan bahasa Indonesia di campur dengan bahasa yang mereka sebut dengan bahasa gaul. Padahal penggunaan bahasa gaul tersebut dapat merusak tata bahasa Indonesia yang benar. Bagi sebagian remaja, menggunakan bahasa gaul akan menciptakan image bagi mereka sebagai anak keren dan tidak ketinggalan jaman. Padahal apa yang mereka lakukan tidak benar dan dapat merugikan Bangsa Indonesia. Apalagi saat ini Malaysia telah mengklaim bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mereka padahal sudah jelas bahwa bahasa Indonesia adalah milik negara Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa betapa rendahya kesadaran masyarakat terutama para remaja untuk mencintai bahasanya sendiri. Indonesia merupakan negara dengan suku dan budaya terbesar di dunia. Di Indonesia terdapat puluhan jenis bahasa seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Padang dll. Namun sangat jarang remaja saat ini menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Bahkan mereka cenderung sudah melupakan bahasa daerah maupun bahasa nasional mereka sendiri. Hanya sebagian remaja di daerah yang menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Andai seluruh remaja seperti itu mau melestarikan bahasa nasional maupun bahasa daerahnya sendiri, pasti Indonesia akan lebih maju dan di hargai oleh negara lain di dunia.


setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan 

Rabu, 13 November 2013

Demokrasi

Diposting oleh joanitaprita di 03.44 0 komentar
Demokrasi..
Siapa peduli??
Para pemimpin tidak bertanggung jawab..
Menjadi perangkap bagi umat

Demokrasi..
Akankah ini akan menjadi mimpi buruk?
Mimpi buruk yang tidak akan terungkap..
Diantara seribu bahasa

Demokrasi..
Relasi kedap suara,
Tiada berdosa

Cinta Kasih

Diposting oleh joanitaprita di 03.27 0 komentar
foto bareng bareng sama adik tercinta:3 biarpun kadang2 suka ngeselin, tapi bikin ngangenin kalo nggak ada.

 

Joanita P. Hapsari Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos